Harga Raw Sugar Merosot

Pasokan gula dunia dilaporkan akan melebihi permintaan hingga sebesar 6 juta metrik ton dalam 12 bulan ke depan mulai bulan April.  Carlos Murilo Barros de Mello, seorang managing director di Macquarie Group Ltd, sebuah bank investasi terbesar Australia, mengatakan dalam sebuah wawancara di Dubai kemarin. Harga gula mentah tercaat telah merosot 26 persen dalam satu tahun terakhir akibat  petani meningkatkan  produksinya.

Para pelaku pasar masih meyakini bahwa harga  gula mentah masih akan terus turun. Harga Gula mentah untuk pengiriman Maret tercatat turun 2 persen menjadi  18,19 sen per pon pada pukul 01:47 di ICE Futures AS di New York. Penurunan  ini adalah  yang terdalam sejak 3 Januari. Beberapa pelaku menduga, harga akan turun menjadi 17,66 sen tahun ini.

Harga Gula premium  AS kemarin diperdagangkan pada level terendah. Beberapa negara dilaporkan berhasil meningkatkan produksinya secara signifikan hingga menurunkan harga gula dunia akhir-akhir ini. Harga gula telah secara konsisten menurun akibat pasok yang masih besar, khusus untuk Indonesia, laporan terakhir menyebutkan masih belum mampu memproduksi sendiri secara mandiri. Kabar terkini sebelumnya, Indonesia pada tahun ini berencana mengimpor setengah juta ton gula mentah untuk meningkatkan utilitas pabriknya di tengah panen tebu yang kurang mencukupi.

QUOTA IMPOR RAW SUGAR MASIH KURANG

Pemerintah akhirnya memutuskan kuota impor gula mentah tahun ini sebesar 2.265.000 ton. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun 2012, yakni 2,35 juta ton.

Jumlah kuota yang diputuskan tersebut juga masih di bawah kebutuhan industri makanan dan minuman, yang diproyeksikan mencapai 2,9 juta ton tahun ini. Pemerintah diminta melakukan evaluasi selama semester I, untuk memastikan kebutuhan industri terpenuhi, sehingga nilai impor raw sugar tersebut masih memungkinkan untuk meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Suryo Alam mengatakan, delapan anggotanya telah menerima daftar kuota impor gula mentah untuk kebutuhan industri makanan dan minuman pada tahun ini.

“Kuota itu tidak mencukupi karena kebutuhan gula rafinasi industri makanan dan minuman mencapai 2,7 juta ton atau setara dengan 2,9 juta ton gula mentah,” kata Suryo, Selasa (29/1/2013).

Menurut dia, impor akan dilakukan setiap semester. Pada semester I alokasi impor mencapai 60 persen dari kuota, sementara sisanya dilakukan pada semester II. “Kami minta supaya ada evaluasi pada periode semester I. Jika memang tidak mencukupi maka bisa ditambahkan di semester II,” ujarnya.

Pemerintah Turunkan Kuota Impor Raw Sugar

Pemerintah menurunkan kuota impor raw sugar untuk industri gula rafinasi menjadi sebesar 2,27 juta ton pada 2011. Jatah ini turun 4,49% dibanding 2009 yaitu 2,37 juta ton. Deddy Saleh, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menyebutkan kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan industri makanan dan minuman.

Hak impor raw sugar diberikan kepada sejumlah perusahaan di antaranya PT Makasar Tene, PT Duta Sugar International, PT Dhaharmapala Usaha Sukses, PT Angels Product, PT Jawamanis Rafinasi, dan PT Permata Dunia Sukses Utama. “Kami minta importir yang sudah diberi hak agar merealisasikan kewajibannya,” ucap Deddy, Jumat.

Sepanjang 2010, realisasi impor raw sugar mencapai 2.27 juta ton atau 95,74% dari total impor yang disetujui. Sedangkan untuk 2011, impor raw sugar yang sudah terealisasi hingga 2 Februari 2011 sebesar 72.597 ton atau 3,20% dari kuota.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman, total kebutuhan gula dalam negeri pada tahun ini sebesar 5 juta ton. Sebanyak 2,7 juta ton untuk konsumsi gula kristal putih, sedangkan sisanya 2,3 juta ton diperuntukkan bagi industri.

Data berbeda ditampilkan oleh Arum Sabil, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat. Ia mencatat, kebutuhan gula rafinasi hanya 1,1 juta-1,2 juta ton sepanjang 2011 dan 2 juta ton untuk gula kristal putih bagi konsumsi rumah tangga. Asosiasi keberatan dengan langkah pemerintah memberikan izin impor yang melebihi kuota kebutuhan riil masyarakat.

“Ada pihak tertentu, bahkan penentu kebijakan yang selalu mengatakan kebutuhan gula rafinasi di atas dua juta ton. Motif Ini bertujuan agar izin impor gula mentah ditambah,” kritik Arum.

Arum meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas petani gula yaitu melakukan revitalisasi pabrik gula di seluruh Indonesia, dan membuat daftar negatif investasi terkait pabrik gula rafinasi berbahan baku impor raw sugar.

Kembali ke [fancy_link link=”http://pabrikgulamini.com” variation=”orange”]HOME[/fancy_link]