PENGADAAN LAHAN SELUAS 300 RIBU HEKTAR OLEH 3 KEMENTRIAN

Pihak Kementerian Perindustrian bersama dengan Kementerian Pertanian mulai melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai pengadaan lahan sekitar 300.000 hektar sebagai upaya mendukung revitalisasi industri gula dan langkah nyata dalam program swasembada gula nasional 2014.

“Dalam rangka swasembada gula yang sudah terhambat lebih dari dua tahun, kita membutuhkan sekitar 300.000 hektar lahan yang sekarang ini coba direalisasi,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya di Jakarta, Jumat.

Lahan tebu seluas 300.000 hektar yang diajukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu rencananya terdiri dari 18 lokasi yang seluruhnya berada di luar Pulau Jawa, yakni Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.

“Per lokasinya kurang lebih sekitar 20.000 hektar lahan dengan skema inti plasma agar masyarakat sekitar bisa ikut terlibat,” jelas Menperin.

Meski masalah gula sejatinya merupakan tugas Kementan, tetapi khusus upaya revitalisasi itu, Kemenperin beserta Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga diikutsertakan karena dinilai masih memiliki keterkaitan satu sama lain.

Menperin optimistis, koordinasi restrukturisasi industri gula yang dilakukan bersama dengan Kementan dan BPN bisa direalisasikan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan berharap restrukturisasi industri gula itu bisa selesai sebelum 2014 karena perannya strategis untuk mencapai swasembada.

“Ini betul-betul strategis, kita bisa melakukan revitalisasi pabrik gula. Dengan kebutuhan lahan kira-kira 300.000 hektar, kita bisa mencapai swasembada,” katanya.

Wamentan juga mengungkapkan swasembada gula yang diharapkan pemerintah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga industri dalam bentuk gula rafinasi.

“Sehingga upaya restrukturisasi gula ini menjadi isu yang sangat strategis,” ujarnya. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini

PTPN X PRODUSEN GULA TERTINGGI DI BUMN GULA

Pada tahun 2012, PT Perkebunan Nusantara X (Persero) menjadi penghasil gula terbesar secara nasional. Dengan jumlah produksi mencapai 494.193 ton atau sekitar 19% dari total produksi pabrik gula domestik sebanyak 2,56 juta ton.

Direktur Utama PTPN X Subiyono mengatakan, dibandingkan dengan produksi gula tahun lalu yaitu sebesar 446.926 ton, produksi tahun ini meningkat sepuluh persen menjadi 494.193 ton.

“Alhamdulillah, tahun ini produksi gula PTPN X paling besar secara nasional, disusul PTPN XI dan Sugar Group dengan kontribusi masing-masing 16%,” sebut Subiyono.

Ketua Umum IKAGI ini mengungkapkan, produktivitas tebu tahun ini pun mengalami kenaikan. Dengan lahan tebu seluas 72.125 hektar dapat menghasilkan 84,2 ton tebu per hektar dengan rendemen (kadar gula dalam tebu) 8,14 persen.

Perusahaan plat merah ini menargetkan produksi tahun depan meningkat menjadi 538.000 ton. Caranya dengan melakukan optimalisasi kapasitas giling. ”Inovasi dari sisi on farm dan off farm terus kami tingkatkan melalui berbagai cara, seperti metode bud chips, penilaian rendemen dengan memakai core sampler, dan efisiensi pemakaian bahan bakar minyak,” terang mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur ini.

Masih menurut Subiyono, PTPN X memiliki 11 pabrik gula dengan kapasitas terpasang sebesar 37.000 ton tebu per hari (TCD). Dimana pada musim giling tahun ini sudah hampir terpakai seluruhnya.

“Produksi gula tahun 2013 ditargetkan menembus kisaran 538.000 ton,” pungkasnya. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini

Kapasitas Giling Pabrik Gula PTPX Dioptimalkan ke 37.000 TCD

PT Perkebunan Nusantara X (Persero) bertekad untuk mengoptimalkan Kapasitas Giling 37.000 TCD di tahun ini dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan pada tahun 2014 mendatang.

Direktur Utama PTPN X, Ir. Subiyono, MMA mengungkapkan pada musim giling tahun 2012 lalu, PTPN X berhasil menyumbangkan 19 persen dari total produksi gula nasional. Untuk musim giling tahun 2013, perseroan ini tetap melakukan program optimalisasi kapasitas giling yang dimiliki. Dari sebelas pabrik gula yang ada, total kapasitas giling mencapai 37.000 TCD.

“Kami menekan jam berhenti giling karena cost-nya tinggi. Bahkan ada lelucon, kerugian satu jam berhenti giling setara dengan harga sebuah Kijang Innova,” ucap Subiyono pada wawancara dengan JTV di ruang kerjanya, Kamis tanggal 3 Januari 2012.

Masih menurut Subiyono untuk bisa mengoptimalkan kapasitas giling, maka PTPN X tak henti melakukan perbaikan dan terus melakukan investasi baik di sisi on farm maupun di sisi off farm.

“Kita tingkatkan kualitas di sisi on farm agar suplai bahan baku lancar dan memiliki rendemen tinggi,” kata Mantan Kepala Dinas Perkebunan Jatim ini.

Untuk meningkatkan kapasitas giling, ungkap Subiyono setiap pabrik gula memiliki Standar Operation Prosedure (SOP) masing-masing. Dimana, setiap pabrik gula memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Melalui penerapan SOP yang sesuai dengan kondisi pabrik gula, diharapkan target optimalisasi bisa tercapai.  Sumber PTPX, Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.