MUSIM GILING 2013 DIMULAI BEBERAPA HARI LAGI

Dalam beberapa hari ke depan, pabrik gula akan mulai melakukan produksi atau proses giling. Agar semua hajat terkabul, PT Perkebunan Nusantara X (Persero) melakukan doa bersama selain juga telah melakukan perbaikan-perbaikan kinerja sepanjang tahun 2013 ini.

“Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, memberikan arti yang sangat penting bagi PTPN X untuk bekerja lebih maksimal dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara,” kata Direktur Utama PTPN X, Ir Subiyono MMA dalam sambutannya pada acara selamatan giling PG Gempolkrep, Selasa (07/05/2013).

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, acara selamatan giling sengaja digelar dimaksudkan untuk memohon keridhoan Allah agar pada musim giling tahun ini bisa sukses dan bisa melebihi target-target yang sudah ditentukan. Saat memasuki musim giling para karyawan akan bekerja dengan keras. Begitu pula dengan para tenaga tebang angkut yang waktunya akan dihabiskan untuk menebang dan mengirim tebu guna untuk memenuhi kebutuhan pabrik selama proses giling.

“Evaluasi tahun 2012, PTPN X menjadi market leader BUMN gula yang sukses menghasilkan tebu 494 ribu ton dengan rendemen 8,14 persen serta keuntungan sebesar kurang lebih Rp 500 milliar,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) ini.

Dengan kinerja tahun lalu, sambung Subiyono, tahun ini PTPN X telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan menargetkan produksi gula mencapai 538 ribu ton dan rendemen 8,5 persen.

“Target minimal rendemen adalah 8 persen. Jujur, direktur utama gemetar saat menargetkan rendemen 8. Namun, dengan kerja keras karyawan dan kerja keras petani, target itu akan bisa diraih. Untuk itu, kami mohon doa restunya, agar giling tahun ini sukses,” papar dia. Posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Produksi Gula Jawa Tengah : Optimis Capai 368.000 Ton

Tahun giling 2013, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis dapat mencapai target swasembada gula sebesar 368.000 ton, Hal ini dapat disampaikan dengan pertimbangan dari berbagai faktor pendukung, seiring makin bertambahnya luas areal perkebunan tebu disejumlah kabupaten/kota yang ada di provinsi ini.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jateng Teguh Winarno optimistis mampu mewujudkan target swasembada gula 2013 mengingat realisasi panen sepanjang 2012 juga cukup bagus, yakni dari areal lahan tebu seluas 64.501 hektare (ha) memapu menghasilakn gula tebu setara 329.000 ton.

“Tahun ini minimal akan digenjot sekitar 39.000 ton lagi agar mampu mencapai swasemba, karena melihat realisasi 2012 sebesar 329.000 ton, maka untuk menuju 368.000 ton, masih kurang sekitar 39.000 ton,” ujarnya, kepada Bisnis, Rabu (30/1/2013).

Pihaknya mengaku sangat optimistis mampu mewujudkan swasembada, mengingat mulai tahun ini luas areal lahan tebu akan meningkat menjadi sekitar 70.000 ha, dari posisi tahun lalu 64.501 ha.

Menurutnya tambahan luas areal tebu menjadi sebesar itu berasal dari Program Bongkaratun (pembongkaran tebu-tebu tua yang kurang produktif) seluas 15.670 ha serta sejumlah usaha ekstensifikasi/perluasan disejumlah kabupaten/kota sekitar 1.430 ha.

“Untuk peningkatan produktifitas, juga ditambah 50 traktor besar bantuan pemerintah pusat dan alat tebang tebu sebanyak 89 paket. Namun demikian, semuanya juga bakal tercapai apabila didukung oleh musim yang bagus, meskipun perkiraan BMKG tahun ini cuacanya cukup bagus,”  ujarnya.

Pihaknya mengaku akan pasrah apabila kondisi cuaca tidak mendukung seperti yang diharapkan, yakni seperti karakteristik tanaman tebu ketika berumur 1-3 bulan sangat butuh air, 3-6 bulan hanya butuh air sedikit, dan 6 bulan hingga panen tidak membutuhkan air.

“Tapi kalau melihat cuaca sekarang, sementara ini sangat mendukung, maka kami tahun ini cukup optimistis hasil panen akan bagus,” ujarnya.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan hal senada, bahwa target swasemdada gula 2013 sebesar 368.000 ton akan mampu tercapai atau bahkan terlampaui.

“Melihat hasil panen tahun ini yang cukup bagus, serat luas areal lahan tebu yang terus bertambah, serta segera beroperasinya Pabrik Gula (PG) Gendis Multi Manis di Blora tahun ini akan mendukung peningkatan produktiftas penggilingan tebu yang ada di Jateng,” tuturnya.

PABRIK GULA: Musim Giling 2013, PTPN X Bertekad Zero Residu

PT Perkebunan Nusantara X (Persero) telah berhasil menekan penggunaan bahan bakar atau residu selama empat tahun terakhir. Pada musim giling Tahun 2013 ini, perseroan milik negara ini bertekad untuk tidak menggunakan bahan bakar atau residu sama sekali atau zero residu.

Direktur Utama PTPN X, Ir. Subiyono, MMA mengungkapkan keberhasilan PTPN X untuk meningkatkan performa perusahaan adalah keberhasilan perusahaan dalam menerapkan efisiensi. Salah satu efisiensi yang berhasil dilakukan di pabrik gula adalah penekanan penggunaan bahan bakar atau residu.

“Kami berhasil menekan anggaran untuk bahan bakar residu. Bahkan musim giling tahun 2012 lalu, kami hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp 4 milliar saja. Untuk tahun ini, kami akan zero residu,” tegas Ketua DPP IKAGi ini.

Subiyanto menyebutkan pada tahun 2008, penggunaan residu di PTPN X mencapai Rp 130 milliar rupiah, menurun pada tahun 2009 menjadi Rp 80 milliar. Angka ini terus menurun menjadi Rp 30 milliar pada 2010, sebesar Rp 8 milliar pada 2011 dan pada tahun 2012 hanya Rp 4 milliar.

Keberhasilan melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar residu karena perusahan mampu memaksimalkan penggunaan energi alternatif yang berasal dari bagasse atau ampas tebu.