KURANGI DIABETES? AKTIFLAH BERGERAK – TIPS

Kunci mengelola diabetes tipe-2 adalah dengan menjalani pola hidup sehat. Penyakit gula satu ini memerlukan terapi ringan seperti mengurangi waktu duduk ataupun bergerak lebih aktif seringkali sudah dapat membantu untuk mengelola diabetes tipe-2. Sebuah studi baru dalam jurnal Diabetes Care pun mendukung gagasan tadi dan menawarkan beberapa tips-tips sederhana untuk membantu pasien penyakit gula ini untuk tetap aktif.

“Menjadi lebih aktif secara fisik seringkali diartikan berjam-jam di atas treadmill atau ikut kompetisi maraton. Padahal aktivitas fisik sederhana seperti berjalan, naik-turun tangga dan lebih aktif bergerak dalam menjalani kegiatan sehari-hari sudah efektif dalam membantu mengelola diabetes,” ujar Profesor Mike Trenell, penulis dari studi ini dari Newcastle University, Inggris.

Para peneliti meninjau lebih dari 8.000 studi dan menganalisa secara mendalam pada 17 studi untuk melihat bagaimana para ahli kesehatan berupaya meningkatkan aktivitas fisik orang yang didiagnosis dengan diabetes tipe-2. Mereka mengidentifikasi 21 perilaku yang memiliki dampak positif pada kesehatan pasien.

Mereka menemukan bahwa bergerak dapat membantu meningkatkan kontrol glukosa dalam darah. Bergerak dapat menjaga darah tetap mengalir ke otot dan menjaga penyerapan gula dari darah dan ke dalam otot, kemudian gula dapat disimpan ataupun dibakar. Dengan bergerak tubuh mengeluarkan energi sehingga dapat menurunkan berat badan.

Nah, apa saja yang bisa dilakukan supaya kita bergerak lebih banyak?

1. Buat target. Buatlah rencana kegiatan yang terikat waktu, seperti berjalan 10.000 langkah perhari.

2. Tinjau. Setelah Anda mulai dengan aktivitas fisik, pastikan Anda meninjau perubahan dalam tubuh Anda untuk melihat hasilnya.

3. Rencanakan. Atur waktu untuk disisihkan setiap hari untuk melakukan aktivitas fisik, baik di rumah maupun di tempat kerja.

4. Libatkan orang terdekat. Biarkan teman dan keluarga Anda tahu bahwa Anda sedang memulai latihan. Mereka dapat membantu Anda untuk tetap rutin melakukan latihan atau memonitor kemajuan Anda.

5. Tingkatkan porsi latihan secara bertahap. Jika Anda sudah mulai terbiasa berjalan atau naik tangga, perlahan tingkatkanlah durasi ataupun frekuensi aktivitas fisik Anda.

6. Konsultasi dengan dokter. Tanyakan kepada dokter Anda tentang kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk mengelola diabetes.

7. Lakukan bersama. Perdekat hubungan Anda dengan lingkungan Anda. Kegiatan-kegiatan di lingkungan Anda dapat lebih menarik untuk dilakukan bersama dan dapat membuat Anda lebih aktif melakukan aktivitas fisik.

8. Ingat masa lalu Anda. Motivasi diri sendiri dengan mengingat masa lalu ketika Anda aktif secara fisik dan ingatlah bagaimana rasanya, menyenangkan bukan?

9. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Analisa hambatan yang membuat Anda tidak lagi berolahraga dan jangan ulangi lagi sikap Anda untuk “menyerah” pada hambatan itu.

10. Terus belajar. Perkaya diri Anda dengan informasi tentang diabetes, serta keuntungan untuk menjadi sehat secara fisik.

Edukasi diri sendiri adalah senjata yang ampuh untuk memerangi segala macam penyakit yang kita derita. Jadi apabila anda punya keluhan ataupun gelaja diabetes, sering-seringlah membaca informasi seputar penyakit gula dan diabetes supaya anda terhindar dari dampak negatifnya lebih jauh. sumber:kompas, Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini

PENGHITUNGAN NERACA GULA INDONESIA, SEHARUSNYA INDEPENDEN

Perhitungan neraca gula pada 2012 perlu dihitung serius dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia meminta agar perhitungan ini dapat dilakukan oleh surveyor independen.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur,  dengan perhitungan serius maka diharapkan hitungan neraca gula bisa diperoleh dengan akurat.

“Kedepan kita ingin ada hitungan neraca gula yang akurat, selama ini neraca gula dihitung berdasarkan laporan produsen, perhitungan konvensional, perhitungan tidak dinamis,” ujarnya, Kamis (6/9/2012).

Bahkan, lanjutnya, perhitungan  gula yang sarat dengan kepentingan sektoral, apalagi saat ini pengantian musim yang berubah-ubah.

Oleh karenan itu, dia menambahkan penghitungan neraca gula dapat dilakukan oleh surveyor independen.

Natsir menjelaskan permasalahan gula nasional saat ini semakin ruwet karena diakibatkan tidak seimbangnya produksi dan konsumsi, sehingga berdampak kepada perdagangan dan distribusi gula.

Target produksi gula nasional tercatat sekitar 2,7 juta ton, tapi produksi hanya 2,1 juta ton atau hanya dapat dapat dinikmati oleh 175 juta penduduk Indonesia dengan perhitungan konsumsi gula 12 kg per. kapita per tahun.

Natsir mempertanyakan penduduk Indonesia yang sebanyak 240 juta orang mulai dari Sabang sampai Merauke, berarti ada 65 juta penduduk Indonesia yang tidak mendapat distribusi gula,” papar Natsir.

Menurutnya, produksi gula oleh produsen gula yang sebesar 2,1 juta hanya mampu dikonsumsi penduduk di Jawa saja, sementara daerah luar Jawa sulit mendapat distribusi gula.

Karut marut pergulaan nasional dewasa ini perlu serius dibenahi dengan kondisi produksi sedikit tapi permintaan yang banyak, sehingga perlu mendapat perhatian.

Natsir menyebutkan, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembenahan gula nasional antara lain pertama, karena produksi gula kristal putih (GKP) kurang maka perlu diatur perdagangan dan distribusinya,

“Daerah yang sulit mendapat distribusi gula komsumsi diberikan kesempatan untuk mengimpor. Kedua, kebutuhan  gula kristal rafinasi agar dihitung ulang terkait industri makanan dan minuman yang mengunakan,” tuturnya.