PABRIK GULA UNTUK KALIMANTAN SELATAN

Provinsi Kalimantan Selatan sudah selayaknya memiliki pabrik gula sendiri, agar tidak ada ketergantungan dengan produksi gula dari Pulau Jawa atau Sulawesi. Ketua asosiasi pedagang gula Kalsel, Haji Aftahudin, kepada wartawan saat berada di balaikota Bajarmasin, Selasa menyebutkan akibat tak adanya pabrik gula tersebut akhirnya seringkali harga gula berfluktuasi mengikuti biaya angkutan laut dan permainan pedagang. Seandainya ada pabrik gula dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setidaknya warga setempat tidak lagi mengeluh kelangkaan gula atau tingginya harga gula tersebut. Upaya untuk mempertimbangkan Pabrik Gula Mini sebagai solusi tingginya harga gula dan kelangkaan gula juga perlu dijadikan prioritas.

Ia sendiri sudah mengajak sedikitnya 10 investor yang berminat berinvestasi mendirikan pabrik gula atau alternatif pabrik gula mini di wilayah ini, namun semua investor tersebut akhirnya mundur teratur setelah melihat kenyataan sulitnya mencari lahan untuk kebutuhan tersebut. Hampir semua lahan potensial untuk lahan tebu sekarang ini sudah beralih fungsi menjadi hamparan sawit, sehingga tak ada lagi lahan yang ideal untuk pendirian pabrik gula tersebut.

Padahal kalangan investor baik yang berasal dari pengusaha nasional maupun dari luar negeri begitu berminat bergerak dalam sektor tersebut, tetapi apa boleh buat jika semua lahan sudah beralih fungsi dsemikian. Sebagai contoh saja kawasan kabupaten Tanah Laut yang lahannya sangat cocok untuk pabrik gula juga dikuasai perkebunan sawit dan karet.

Oleh karena itu ia berharap pemerintah provinsi setempat menyikapi persoalan tersebut dengan menyediakan lahan khusus untuk lahan tebu, atau mengkonversi lahan lain untuk hal tersebut. “Saya pikir tak ada persoalan jika pemerintah berkemauan mendirikan pabrik gula di wilayah ini, apa sih yang tak bisa,” katanya seraya mengakui hal itu belum pernah dibicarakan dengan pemerintah setempat. Berdasarkan catatan, Kalsel memang pernah berdiri pabrik gula yakni Pabrik gula Pleihari dan sempat beroperasi beberapa tahun tetapi pabrik pula yang berasal dari PT Perkebunan Tebu tersebut bangkrut, konon hanya masalah rendimen gula tebu yang rendah.  Posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

QUOTA IMPOR RAW SUGAR MASIH KURANG

Pemerintah akhirnya memutuskan kuota impor gula mentah tahun ini sebesar 2.265.000 ton. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun 2012, yakni 2,35 juta ton.

Jumlah kuota yang diputuskan tersebut juga masih di bawah kebutuhan industri makanan dan minuman, yang diproyeksikan mencapai 2,9 juta ton tahun ini. Pemerintah diminta melakukan evaluasi selama semester I, untuk memastikan kebutuhan industri terpenuhi, sehingga nilai impor raw sugar tersebut masih memungkinkan untuk meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Suryo Alam mengatakan, delapan anggotanya telah menerima daftar kuota impor gula mentah untuk kebutuhan industri makanan dan minuman pada tahun ini.

“Kuota itu tidak mencukupi karena kebutuhan gula rafinasi industri makanan dan minuman mencapai 2,7 juta ton atau setara dengan 2,9 juta ton gula mentah,” kata Suryo, Selasa (29/1/2013).

Menurut dia, impor akan dilakukan setiap semester. Pada semester I alokasi impor mencapai 60 persen dari kuota, sementara sisanya dilakukan pada semester II. “Kami minta supaya ada evaluasi pada periode semester I. Jika memang tidak mencukupi maka bisa ditambahkan di semester II,” ujarnya.

BANGKALAN SIAP DIRIKAN PABRIK GULA

Program penanaman tebu di lahan garam di bangkalan, madura tahun ini mendukung upaya selanjutnya untuk pendirian pabrik gula baru sebagai pengolah tebu dari lahan yang telah tersedia. Dengan potensi lahan hingga mencapai 5 ribu hektar lebih, Kabupaten Bangkalan siap menyambut upaya pemerintah pusat mendirikan pabrik gula di Madura.

“Harus ada tanaman tebu minimal 5 ribu hektar sebagai syarat pendirian pabrik. Kita sudah siap,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (dishutbun) Kabupaten Bangkalan, Abd Razek, Selasa (29/1/2013).

Ia menjelaskan, tahun ini Pemkab Bangkalan tengah mempersiapkan pengembangan 2.500 hektar lahan tebu rakyat

Hingga saat ini, pihak Pemkab Bangkalan telah menyediakan 4.500 lahan tebu rakyat yang siap dikelola.

“Belum lagi 189 hektar dan 500 hektar lahan tebu yang sudah ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyusangkah Kecamatan Tanjung Bumi, Syukur mengemukakan, terdapat 12 hektar lahan tebu yang dikelola kelompok tani tebu Bintang Samudera.

“Sudah tanam perdana seluas 7,5 hektar setiap hektarnya bermodalkan Rp 14 juta,” ujarnya. Surya – Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.