HPP Gula Akan Ditetapkan Akhir April 2014

Asosiasi Gula Indonesia mendesak Kementerian Perdagangan segera mengeluarkan harga patokan petani (HPP) gula kristal putih tahun 2014. Karena sejumlah pabrik gula memulai masa giling awal Mei.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengungkapkan, HPP gula segera dikeluarkan dalam waktu dekat. “Rencana Rabu ini kalau jadi,” ujar Srie melalui pesan elektronik, Senin (28/4).

Dalam pelbagai kesempatan Srie belum mau menjawab saat ditanya HPP gula akan berada di kisaran berapa untuk tahun ini. Adapun HPP gula kristal putih untuk periode 2013 ditetapkan sebesar Rp8.100 per kilogram.

Direktur Eksekutif AGI Tito Pranolo mengungkapkan, HPP gula tahun ini mesti naik dari tahun lalu. Sebab, biaya sewa lahan meningkat dan berdampak pada biaya produksi. Di Pulau Jawa biaya sewa lahan berkisar Rp12 juta-Rp25 juta. Biaya sewa lahan terus meningkat 5%-10% setiap tahunnya.

“Jawa ini ongkos produksi naik karena separuh lebih atau sebagian besar dari lahan tebu di Jawa ini lahan petani,” tutur Tito.

Tito mengatakan, kenaikan HPP gula minimal mengikuti inflasi. Adapun pada 2013 inflasi di kisaran 8%. Jika mengikuti inflasi maka kenaikan HPP di kisaran Rp600. Itu berarti HPP gula ada di kisaran Rp8.700 per kilogram.

“Minimal setara inflasi. Tapi buat saya yang penting bukan itu. Kalau ada ketidaksesuaian dengan perhitungan HPP itu, kita duduk bareng,” kata Tito.

Tito menjelaskan pentingnya kebijakan HPP gula. Sebab fungsinya sebagai sinyal berapa harga gula petani yang akan dibeli. Kalau HPP sama dengan tahun lalu tapi biaya produksi naik, maka itu akan menjadi sinyal yang buruk.

“Kalau tidak memberikan sinyal yang baik kepada petani tahun depan, petani mungkin tidak akan tanam. Itu kan sesimpel itu,” kata Tito.

HARGA GULA LAMPUNG MASIH KONDUSIF

Harga gula pasir di Bandarlampung pada pekan pertama Januari 2012 masih bertahan seperti akhir tahun lalu, dan permintaan atas pemanis itu cenderung stabil serta stoknya juga cukup banyak tersedia. Berdasarkan pantauan di sejumlah tempat penjualan bahan pokok di Bandarlampung, Rabu, harga gula curah di tingkat agen mencapai Rp9.800/kg, sedang harganya di tingkat pengecer berkisar Rp10.000- Rp11.000/kg. Di pasar modern, harganya tetap bertahan berkisar Rp10.500- Rp10.750/kg untuk gula curah, serta Rp12.500/kg untuk gula kemasan.

Beberapa pengecer gula menyebutkan harga komoditas pokok itu masih stabil dan pasokannya pun masih lancar. “Harga gula relatif stabil dan pasokannya masih lancar,” kata Edy, salah satu pedagang sembako di kawasan Sukarame Bandarlampung. Sejumlah pedagang gula di pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Sukarame Bandarlampung, menyebutkan harga gula masih stabil, yakni berkisar Rp11.000/kg dan pasokannya juga masih lancar.

Di pasar modern seperti Chandra Mal dua hari lalu, harga gula pasir juga bertahan seperti pekan lalu dan pasokannya juga lancar. Harga gula pasir curah di mal itu mencapai Rp10.750/kg. Lampung termasuk pemasok gula terbesar di Indonesia dan hampir 40 persen produksi gula nasional dipasok dari daerah itu Di Lampung terdapat pabrik gula yang dikelola PTPN VII, PT GMP, PT Gula Putih Mataram (GPM) dan Sugar Group.

Kapasitas produksi terbanyak berada di Sugar Group. Kebutuhan gula putih di Lampung mencapai 10 ribu ton/bulan, sementara produksi gula di daerah itu mencapai 800 ribu ton/tahun. Berdasarkan data Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Lampung, stok gula pasir mencapai 215.379 ton, sementara kebutuhan gula di provinsi berpenduduk sekitar 9 juta jiwa itu diperkirakan 6.498 ton/bulan.