Petani Tebu Kuatirkan Harga Gula akan Turun

Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) mulai merasa galau belakangan ini. Mereka khawatir harga gula petani turun pada kuartal II tahun ini. Kekhawatiran tersebut menyusul beroperasinya tiga pabrik gula rafinasi yang baru berdiri. Arum Sabil, Ketua Umum APTRI PTPN XI mengatakan, ada tiga pabrik gula rafinasi baru yang akan beroperasi, yakni PT Berkah Manis Makmur (Banten), PT Andalan Purindo (DKI Jakarta) dan PT Medan Sugar Industri (Medan).

“Keberadaan mereka ini yang akan merusak harga gula petani,” ujar Arum seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN, Selasa (12/2). Padahal kata Arum, pada 2012 lalu harga gula petani mulai membaik ketimbang 2011. Jika pada 2011, harga rata-rata lelang gula adalah Rp 8.191 per kilogram, maka untuk 2012 harga lelang gula mencapai Rp 9.707.

Merujuk pada data Dewan Gula Indonesia (DGI), harga rata-rata lelang gula petani tertinggi terjadi Juni 2012 yakni mencapai Rp 10.595 per kilogram. Sedangkan harga terendah pada bulan Januari 2012 sebesar Rp 8.150 per kilogram. Pada Desember 2012, harga lelang gula sebesar Rp 9.707 per kilogram.

“Per Januari ini, harga lelang gula ada pada kisaran Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kilogram,” kata Arum. Arum berharap, harga lelang gula petani tahun ini sama dengan tahun lalu. Re-posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Harga Gula Putih Relatif Stabil

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menjelang perayaan Imlek stabil, karena pasokan dan distribusi komoditas itu lancar. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Pendagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo di Pekalongan, Jumat, mengatakan ketersediaan beberapa bahan kebutuhan pokok masih mampu memenuhi permintaan masyarakat karena pasokan komoditas sembako masih lancar dan tersedia.

“Menjelang Imlek, ketersedian bahan kebutuhan pokok masih mampu memenuhi permintaan konsumen sehingga diperkirakan tidak akan memicu kenaikan harga komoditas sembako,” katanya. Beberapa bahan kebutuhan pokok yang harganya masih relatif stabil itu, antara lain beras sekitar Rp8.500 per kilogram, gula pasir Rp10.500/ kg, minyak goreng Rp9.500 per liter, daging ayam kampung Rp50 ribu per potong, dan ayam ras Rp26 ribu/ potong.

Sedangkan harga telur ayam, kata dia, semula hanya Rp17.500/ kg kini naik menjadi Rp18 ribu/ kilogram dan daging sapi mencapai Rp76 ribu/kg hingga Rp77 ribu/ kilogram. Ia mengatakan bahwa meski harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil namun harga bawang putih semula Rp28 ribu/kg kini naik menjadi Rp32 ribu/ kilogram. “Meski terjadi kenaikan pada jenis komoditas bahan bumbu masakan namun tidak berimbas pada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, seperti beras dan gula.

Stabilnya harga bahan kebutuhan pokok ini tidak memicu keluhan dari masyarakat,” katanya. Pedagang sembako, Hanik mengatakan bahwa sejak beberapa hari terakhir ini, pasokan bahan kebutuhan pokok relatif lancar dan tersedia sehingga ketersediaan komoditas ini cukup melimpah di pasaran. “Hampir semua bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, dan minyak hingga beberapa hari terakhir ini masih mampu bertahan dari harga sebelumnya,” katanya. re-Posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini .

BULOG TETAPKAN HARGA GULA

Bulog Sumatera Utara menegaskan setelah memenangi tender 11.620 ton gula pasir PT Perkebunan Nusantara II, segera menetapkan harga jualnya untuk pedagang.

“Harga tebus gula eks PTPN II itu untuk pedagang akan segera ditetapkan Bulog. Bulog sendiri memenangi tender gula itu seharga Rp10.100 per kg,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan.
Disebutkan, pasti akan ada penetapan harga segera karena gula itu akan dijual.

Diakui baru pertama kalinya Bulog memenangi tender gula PTPN II. “Manajemen gembira akhirnya Bulog bisa menang, apalagi dalam tender itu sejumlah perusahaan besar dan sudah lama bermain di gula seperti CV Tetap Jaya dan CV Aman Jaya itu ikut bersaing merebutkan gula itu,” katanya.

Humas PTPN II, Rachmuddin menyebutkan, Bulog memenangi tender gula PTPN II itu Selasa, 22 Januari 2012. Gula PTPN II yang dimenangi Bulog itu sejumlah 11.620 ton dengan harga Rp10.100 per kg. “Bulog memberikan penawaran tertinggi, mengalahkan perusahaan swasta yang juga ikut dalam tender gula tersebut,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan penjualan gula kristal putih (GKP) eks raw sugar yang diolah PTPN II diikuti beberapa perusahaan termasuk Bulog yang akhirnya menjadi pemenang. Sebelumnya Kepala Bagian Pemasaran PTPN II, Riza Ketaren menyebutkan, dalam penawaran, harga patokan gula yang ditetapkan PTPN II sebesar Rp10.000 per kg dan Bulog menawarkan Rp10.100 per kg inklusif PPN 10 persen.

Tender itu sempat terjadi dua kali penawaran, karena di saat penawaran pertama tidak ada satu pun perusahaan yag menawar di atas harga yang ditawarkan PTPN II sebesar Rp10.000 per kg itu.

PTPN II sendiri menetapkan pembayaran dua tahap atas gula itu yaitu 25 Januari 2013 dan pada 28 Januari 2013.

Di pasar kini harga gula mulai bergerak naik sekitar Rp500 per kg atau menjadi Rp12.500 per kg dengan dalih biaya transportasi naik. – Posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.