Pemerintah Turunkan Kuota Impor Raw Sugar

Pemerintah menurunkan kuota impor raw sugar untuk industri gula rafinasi menjadi sebesar 2,27 juta ton pada 2011. Jatah ini turun 4,49% dibanding 2009 yaitu 2,37 juta ton. Deddy Saleh, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menyebutkan kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan industri makanan dan minuman.

Hak impor raw sugar diberikan kepada sejumlah perusahaan di antaranya PT Makasar Tene, PT Duta Sugar International, PT Dhaharmapala Usaha Sukses, PT Angels Product, PT Jawamanis Rafinasi, dan PT Permata Dunia Sukses Utama. “Kami minta importir yang sudah diberi hak agar merealisasikan kewajibannya,” ucap Deddy, Jumat.

Sepanjang 2010, realisasi impor raw sugar mencapai 2.27 juta ton atau 95,74% dari total impor yang disetujui. Sedangkan untuk 2011, impor raw sugar yang sudah terealisasi hingga 2 Februari 2011 sebesar 72.597 ton atau 3,20% dari kuota.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman, total kebutuhan gula dalam negeri pada tahun ini sebesar 5 juta ton. Sebanyak 2,7 juta ton untuk konsumsi gula kristal putih, sedangkan sisanya 2,3 juta ton diperuntukkan bagi industri.

Data berbeda ditampilkan oleh Arum Sabil, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat. Ia mencatat, kebutuhan gula rafinasi hanya 1,1 juta-1,2 juta ton sepanjang 2011 dan 2 juta ton untuk gula kristal putih bagi konsumsi rumah tangga. Asosiasi keberatan dengan langkah pemerintah memberikan izin impor yang melebihi kuota kebutuhan riil masyarakat.

“Ada pihak tertentu, bahkan penentu kebijakan yang selalu mengatakan kebutuhan gula rafinasi di atas dua juta ton. Motif Ini bertujuan agar izin impor gula mentah ditambah,” kritik Arum.

Arum meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas petani gula yaitu melakukan revitalisasi pabrik gula di seluruh Indonesia, dan membuat daftar negatif investasi terkait pabrik gula rafinasi berbahan baku impor raw sugar.

Kembali ke [fancy_link link=”http://pabrikgulamini.com” variation=”orange”]HOME[/fancy_link]