HARGA GULA NAIK : PEMERINTAH DIDESAK AMBIL TINDAKAN

Kamar Dagang dan Industri Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan langkah kongkrit mengatasi persoalan tahunan tentang harga gula yang cenderung naik. Hal ini terkait dengan jadual musim giling tahunan pada pabrik gula BUMN yang akan dimulai awal maret 2013 ini.

Desakan KADIN itu dilakukan, karena harga gula sekarang mulai naik dari Rp8.800/kg menjadi Rp11.500/kg (di Pulau jawa), harga luar jawa Rp12.800/kg, dan daerah perbatasan Rp19.000/kg.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur, disparitas harga di Pulau Jawa dan luar Jawa membuat harga gula tinggi.

“Jika kita lihat saat Februari dan musim panen Mei, berarti ada ketidakcermatan pemerintah dalam menghitung neraca gula dan swasembada gula,” katanya, Senin (15/2/2013).

Langkah pemerintah itu dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian untuk menjaga harga gula di Pulau Jawa dibandingkan dengan luar Jawa.

Natsir menegaskan program ideal capacity pemberian impor raw sugar tidak efektif dan lambat, bahkan ada perusahaan yang justru tidak sanggup melaksanakan program itu, sehingga membuka peluang perembesan gula kristal rafinasi, terutama di kawasan Timur Indonesia. Untuk itu diperlukan koordinasi dengan Pabrik Gula yang ada dan mengambil langkah alternatif untuk meningkatkan produksi gula nasional sehingga kebutuhan supplai terpenuhi dan harga gula lebih terkontrol.

“Tentang harga gula di daerah perbatasan kini mencapai Rp19.000/kg, padahal penduduk di daerah perbatasan ingin juga menikmati harga gula Rp8.000/kg,” jelasnya. posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Petani Tebu Kuatirkan Harga Gula akan Turun

Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) mulai merasa galau belakangan ini. Mereka khawatir harga gula petani turun pada kuartal II tahun ini. Kekhawatiran tersebut menyusul beroperasinya tiga pabrik gula rafinasi yang baru berdiri. Arum Sabil, Ketua Umum APTRI PTPN XI mengatakan, ada tiga pabrik gula rafinasi baru yang akan beroperasi, yakni PT Berkah Manis Makmur (Banten), PT Andalan Purindo (DKI Jakarta) dan PT Medan Sugar Industri (Medan).

“Keberadaan mereka ini yang akan merusak harga gula petani,” ujar Arum seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN, Selasa (12/2). Padahal kata Arum, pada 2012 lalu harga gula petani mulai membaik ketimbang 2011. Jika pada 2011, harga rata-rata lelang gula adalah Rp 8.191 per kilogram, maka untuk 2012 harga lelang gula mencapai Rp 9.707.

Merujuk pada data Dewan Gula Indonesia (DGI), harga rata-rata lelang gula petani tertinggi terjadi Juni 2012 yakni mencapai Rp 10.595 per kilogram. Sedangkan harga terendah pada bulan Januari 2012 sebesar Rp 8.150 per kilogram. Pada Desember 2012, harga lelang gula sebesar Rp 9.707 per kilogram.

“Per Januari ini, harga lelang gula ada pada kisaran Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kilogram,” kata Arum. Arum berharap, harga lelang gula petani tahun ini sama dengan tahun lalu. Re-posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Harga Gula Pasir Naik Sementara

Setelah persoalan daging dengan harga yang kian melambung kini masyarakat Indonesia dihadapkan pada persoalan gula dengan permasalahan yang tidak jauh beda. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Perekonomian agar cepat melakukan langkah kongkret pada persoalan tahunan ini.

Pasalnya harga gula saat ini sudah mulai naik dari Rp8.800/kg menjadi Rp11.500/kg di pulau Jawa, harga di luar jawa Rp12.800/kg, dan daerah perbatasan Rp19.000/kg. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur mengatakan disparitas harga Jawa dan luar Jawa membuat harga gula tinggi.

“Jika kita lihat saat ini bulan Februari, sementara musim panen Mei, berarti ada ketidakcermatan pemerintah dalam menghitung neraca gula dan swasembada gula,” ungkapnya hari ini, Senin (11/2/2013).

Natsir menilai program ideal capacity pemberian impor raw sugar tidak efektif, lambat dan ada perusahaan yang justru tidak sanggup melaksanakan program tersebut. Sehingga membuka peluang terjadinya perembesan gula kristal rafinasi terutama pada daerah kawasan timur Indonesia.

“Lalu bagaimana masalah harga gula di daerah perbatasan yang sudah mencapai Rp19.000/kg, padahal bangsa Indonesia di daerah perbatasan ingin juga menikmati harga gula Rp8.000/kg, ini kan negara kesatuan republik indonesia (NKRI),” bebernya.

Pihaknya menyayangkan, Kementan, Kemenperin, Kemendag, dan Kemenko Perekonomian lebih menjaga harga gula di Jawa dibanding luar Jawa, sehingga disparitas harga sangat tinggi. “Lalu siapa bertanggung jawab terhadap disparitas harga yang tinggi ini, ini ritual tahunan yang sering berulang dengan penanganan panik dan ad hoc,” tegasnya.  Re-posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.