RNI: TARGET LABA MUSIM GILING 2013 IALAH 325 M

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menargetkan laba bersih pada 2013 mencapai Rp325 miliar, dengan cara peningkatan produksi gula yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

“Pemegang saham menargetkan laba bersih sebesar Rp325 miliar dan pendapatan RNI, terbesar disumbang dari gula hingga 60 pesen,” kata Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro seusai peluncuran logo baru RNI di kantornya, Jakarta, Jumat (18/1/2013) kemarin.

Menurutnya, produksi gula pada 2012 mencapai 166 ribu ton dan pada tahun ini harus bisa mencapai 175 ribu ton. “Agar tercapai kita tingkatkan rendemen, kualitas tebu, efisiensi perusahaan, meningkatkan kualitas karyawan dan pola penjualan,” ujarnya.

Dalam meningkatkan penjualan gula, RNI saat ini melakukan penjualan melalui Rajawali Mart dan pemasaran langsung ke warung-warung di lingkungan masyarakat. “Ini meningkatkan keuntungan dan penjualan melalui Rajawali Mart, karena satu tingkat di atas konsumen,” ucap Ismed.

Pada Oktober 2013 RNI juga akan membangun satu pabrik gula di Gempol dengan kapasitas produksi gula sebanyak 6 ribu Ton Ceen Day (TCD). Pembiayaan pabrik gula tersebut bersumber dari bank sebanyak 70% dan kas internal 30%. “Investasinya Rp1,5 triliun,” katanya. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini

BUTUH MODAL: INDUSTRI GULA KELAPA

Kelompok industri rumahan gula kelapa di Kecamatan Kemranjen membutuhkan dukungan modal untuk menghindari ketergantungan pinjaman modal dari tengkulak.

“Merubah kebiasaan saling ketergantungan petani gula kelapa kepada tengkulak ini sangat susah karena karena memiliki hubungan yang sangat kuat,” kata Camat Kemranjen, Camat Kemranjen Toto Subagyo.

Dia menambahkan, hubungan yang telah terjalin kedua belah pihak itu telah menjadi beban moral petani gula kelapa. “Selama ini petani telah dimanja dengan pinjaman dari tengkulak,” terangnya.

Karena itu, dukungan pinjaman lunak sangat diperlukan untuk menciptakan kemandirian para petani gula kelapa dalam menjalankan usahanya. Persoalan ini kerap muncul setiap ada pertemuan dengan para pelaku usaha gula kelapa. “Jadi Pemkab perlu memberikan pinjaman lunak kepada kelompok gula kelapa,” katanya.

Ketergantungan para petani gula kelapa dengan tengkulak sebenarnya hampir terjadi di setiap sentra industri gula kelapa di Kabupaten Banyumas. Mereka telah terikat kontrak kerja tak resmi.

Menurut petani gula kelapa Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Ratun, petani gula kelapa sangat dimudahkan mendapatkan pinjaman dari tengkulak. Biasanya pinjaman itu dibutuhkan saat petani terdesak untuk menutup kebutuhan hidup keluarga yang mendesak.

Setelah mendapatkan pinjaman, seolah petani itu harus menjual produknya kepada tengkulak tersebut. “Saya harus menjual gula kelapa ke tengkulak itu agar bisa terus mendapatkan pinjaman uang,” kata dia. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini

Turunnya Harga Gula Internasional, Cina Borong 250K Ton Gula

Negara Cina, yang merupakan konsumen gula terbesar kedua di dunia, disebutkan telah memborong gula sebanyak 250.000 metrik ton. Pemeblian yang dilakukan Cina itu dilakukan saat harga gula dunia sedang turun tajam hingga 23 persen pada tahun lalu.

Otoritas Cina menilai penurunan yang terjadi opada harga gula dunia itu telah menarik untuk melakukan impor lebih banyak. Demikian sebuah keterangan yang dihimpun dari dua eksekutif yang mengetahui langsung langkah Cina tersebut.

Kargo  gula diperkirakan segera tiba pada bulan Januari dan Februari dengan harga pembelian sekitar $ 460 per ton (harga sudah termasuk biaya angkut ke Cina),  kata eksekutif itu  yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengingat  informasi itu disebut masih sensitif. Setidaknya satu kargo akan datang  dari Guatemala, tambah sumber itu.

Langkah pembelian oleh  Cina dinilai dapat membantu menyerap kelebihan produksi gula global. Goldman Sachs Group Inc, sebelumnya telah  memangkas proyeksi harga minggu ini di tengah banjir produksi guila yang melimpah di pasar dunia.  Sementara harga  gula di New York dilaporkan  turun pada tahun lalu karena  petani dari Rusia hingga Thailand menanam lebih banyak tebu hingga melebihi daya tampung pasar. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini