2013 GOLDEN ERA PERGULAAN INDONESIA

Setelah berhasil melewati tahun-tahun sebelumnya dengan sukses, PT Perkebunan Nusantara X (Persero) siap menyongsong Tahun 2013 sebagai golden era. Dengan semangat baru, perseroan milik negara ini terus memacu diri untuk tetap berprestasi dan berkarya.

Dalam sambutannya pada acara sambut tahun baru bertajuk ‘Welcoming the Golden Era’ Direktur Utama PTPN X, Ir. Subiyono, MMA mengungkapkan di tahun yang baru ini, PTPN X sedang menyongsong golden era atau era keemasan. Dimana, berbagai upaya harus dilakukan untuk mempertahankan PTPN X sebagai BUMN perkebunan gula terkemuka di Indonesia. Salah satunya dengan diversifikasi produk.

“Sudah saatnya pabrik gula (PG) menyeriusi produk turunan tebu non gula,” tegasnya di depan seluruh undangan.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur ini menambahkan untuk dapat terus eksis di masa depan, PTPN X harus bertransformasi menjadi industri berbasis tebu yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Tidak hanya pabrik gula saja, tapi kita harus melakukan diversifikasi produk dari tebu, yaitu bioethanol dan co-generation,” ungkapnya.

Disebut golden era, sambung Subiyono karena tahun ini Pabrik Bioethanol milik PTPN X akan mulai berproduksi. Begitu juga dengan unit usaha rumah sakit yang akan menjadi anak perusahaan.

Acara yang digelar di Hall Kantor Direksi PTPN X Jalan Jembatan Merah Surabaya ini dihadiri oleh Komisaris Utama PTPN X Prof. Dr. Ir. H. Rudi Wibowo, MS, dewan komisaris, jajaran direksi, pejabat puncak, dan seluruh karyawan di Kantor Direksi PTPN X .

Tidak hanya diisi oleh sambutan, acara yang digelar pada tanggal 2 Januari 2013 ini juga di semarakkan dengan parade kebudayaan dari Kabupaten Banyuwangi. Sumber PTPX, Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Pemerintah Turunkan Kuota Impor Raw Sugar

Pemerintah menurunkan kuota impor raw sugar untuk industri gula rafinasi menjadi sebesar 2,27 juta ton pada 2011. Jatah ini turun 4,49% dibanding 2009 yaitu 2,37 juta ton. Deddy Saleh, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menyebutkan kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan industri makanan dan minuman.

Hak impor raw sugar diberikan kepada sejumlah perusahaan di antaranya PT Makasar Tene, PT Duta Sugar International, PT Dhaharmapala Usaha Sukses, PT Angels Product, PT Jawamanis Rafinasi, dan PT Permata Dunia Sukses Utama. “Kami minta importir yang sudah diberi hak agar merealisasikan kewajibannya,” ucap Deddy, Jumat.

Sepanjang 2010, realisasi impor raw sugar mencapai 2.27 juta ton atau 95,74% dari total impor yang disetujui. Sedangkan untuk 2011, impor raw sugar yang sudah terealisasi hingga 2 Februari 2011 sebesar 72.597 ton atau 3,20% dari kuota.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman, total kebutuhan gula dalam negeri pada tahun ini sebesar 5 juta ton. Sebanyak 2,7 juta ton untuk konsumsi gula kristal putih, sedangkan sisanya 2,3 juta ton diperuntukkan bagi industri.

Data berbeda ditampilkan oleh Arum Sabil, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat. Ia mencatat, kebutuhan gula rafinasi hanya 1,1 juta-1,2 juta ton sepanjang 2011 dan 2 juta ton untuk gula kristal putih bagi konsumsi rumah tangga. Asosiasi keberatan dengan langkah pemerintah memberikan izin impor yang melebihi kuota kebutuhan riil masyarakat.

“Ada pihak tertentu, bahkan penentu kebijakan yang selalu mengatakan kebutuhan gula rafinasi di atas dua juta ton. Motif Ini bertujuan agar izin impor gula mentah ditambah,” kritik Arum.

Arum meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas petani gula yaitu melakukan revitalisasi pabrik gula di seluruh Indonesia, dan membuat daftar negatif investasi terkait pabrik gula rafinasi berbahan baku impor raw sugar.

Kembali ke [fancy_link link=”http://pabrikgulamini.com” variation=”orange”]HOME[/fancy_link]

Pengusaha Minuman Minta Bea Masuk Gula Rafinasi Turun

Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) meminta pemerintah menurunkan bea masuk bahan baku gula rafinasi impor. Pengenaan bea masuk dinilai memberatkan produsen karena menambah beban produksi. Terlebih, kondisinya saat ini industri mengalami kenaikan biaya produksi dari bahan baku lain seperti plastik kemasan sampai 10% sejak awal 2011.

Suroso Natakusuma, Ketua Umum Asosiasi Minuman Ringan, menyebutkan,  bea masuk gula rafinasi sebesar Rp 760 per kilogram (kg) masih sangat tinggi. Adapun bea masuk gula Kristal mentah (raw sugar) tercatat sebesar Rp 550 per kilogram. “Idealnya, bea masuk gula rafinasi sebesar Rp 250 per kilogram (kg) agar tidak terlalu memberatkan produsen,” ujar Suroso kepada IFT, kemarin.

Gula rafinasi, merupakan komponen bahan baku terpenting bagi sebagian besar produsen minuman ringan di Indonesia. Komposisinya, sebesar 30% sampai 40% dari total biaya produksi. Bahkan, pada minuman dengan tingkat rasa manis yang tinggi seperti sirup, dan permen, penggunaan bahan baku gula bisa mencapai lebih dari 60%.

Meski demikian, Asrim belum berencana menaikkan harga jual minuman ringan tahun ini. Mereka khawatir kenaikan harga berdampak pada penurunan penjualan di tahun ini. Tahun ini, produsen menargetkan penjualan tahun ini mencapai Rp 275 triliun, naik dari 2009 yang tercatat sebesar Rp 250 triliun.

Menurut Suroso, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia yang tinggi seiring pertumbuhan penduduk berkontribusi terhadap pendapatan industri minuman ringan. “Konsumsi AMDK tahun ini menyumbang pendapatan terbesar industri minuman ringan,” tutur dia. Produsen berupaya mengatasi kenaikan biaya produksi dan menekan marjin pendapatan maupun keuntungan.

Asrim juga meminta kebijakan pemerintah di sektor energi berpihak pada industri. Mulai dari ketersediaan yang memadai untuk pasokan listrik dan gas. Di industri makanan dan minuman sendiri, penggunaan gas mencapai 7% dari komponen produksi. Suroso meminta adanya kebijakan pemerintah yang sejalan antar pemerintah pusat dan daerah sehingga pengusaha tidak terlalu sulit menjalankan bisnisnya di daerah. Misalnya, perihal kebijakan perizinan dan perpajakan. Dalam kedua masalah itu, kebijakan yang berlaku tidak boleh tumpang tindih penerapannya.

Kembali ke [fancy_link link=”http://pabrikgulamini.com” variation=”orange”]HOME[/fancy_link]